Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid::$security is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/learndash_course_grid.php on line 55

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid::$ajax is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/learndash_course_grid.php on line 57

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid::$compatibility is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/learndash_course_grid.php on line 60

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid\Blocks::$learndash_course_grid is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/includes/class-blocks.php on line 28

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid\Blocks::$learndash_course_grid_filter is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/includes/class-blocks.php on line 28

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid\Shortcodes::$learndash_course_grid is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/includes/class-shortcodes.php on line 24

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid\Shortcodes::$learndash_course_grid_filter is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/includes/class-shortcodes.php on line 24

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel::$filtering_widget is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel.php on line 224

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel::$reporting_widget is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel.php on line 228

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel::$activity_widget is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel.php on line 232

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel_Progress_Chart::$chart_info is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel-progress-chart.php on line 33

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel::$progress_chart_widget is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel.php on line 236

Deprecated: Calling get_class() without arguments is deprecated in /app/public/wp-includes/class-wp-http.php on line 329
Episode 4 – Menggabungkan SEO dengan Email Marketing – KIRIM.EMAIL

Episode 4 – Menggabungkan SEO dengan Email Marketing


Deprecated: Calling get_class() without arguments is deprecated in /app/public/wp-includes/class-wp-http.php on line 329

Bismillah..

Pada KEPO Premium episode 4 ini saya akan membahas tentang bagaimana menggabungkan SEO dan email marketing.

Berdasarkan pengalaman saya di dunia digital marketing, traffic yang datang dari mesin pencari (Google) secara organik itu punya tingkat konversi yang bagus. Rentang conversion ratenya sekitar 4-16%, tergantung industrinya.

Sebagai contoh, jika ada 100 orang yang datang ke website Anda dari Google secara organik, maka konversinya berkisar antara 4- 16 orang.

Hal ini dikarenakan pola perilaku pengguna mesin pencari yang cenderung mencari sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya, bukan keinginannya.

Sehingga kalau kita gabungkan antara SEO dengan email marketing, maka akan menjadi sebuah kombinasi yang bagus dan saling melengkapi.

SEO berfungsi untuk mendatangkan traffic yang tertarget ke dalam website Anda, sedangkan email marketing berfungsi untuk mengubah traffic menjadi leads dan mengkonversinya menjadi pembeli.

Hanya saja, berdasarkan pengamatan saya, masih ada banyak sekali website/blog atau toko online yang muncul di halaman pertama Google, tidak menerapkan email marketing. 

Buktinya, saya masih menemukan ada banyak blog yang tidak memasang form atau menawarkan lead magnet, padahal dari sisi traffic mereka mampu mendatangkan banyak sekali traffic organik setiap hari. 

Yang mereka dapatkan hanya traffic saja, tidak lebih.

Mengapa demikian? Karena setelah traffic yang masuk ke web, kemudian keluar begitu saja, tanpa meninggalkan jejak apapun. 

Sekilas ini memang terlihat wajar dan tidak berdampak apapun bagi website. Tetapi ketika ada perubahan algoritma yang mengakibatkan traffic Anda turun, Anda tidak punya apa-apa yang bisa digunakan untuk mendongkrak traffic. 

Beda ceritanya kalau Anda mulai mengaplikasikan email marketing di website Anda. Ketika traffic turun, paling tidak Anda masih bisa menjaga traffic tetap stabil dengan mengirimkan broadcast email pada leads yang Anda miliki. 

Maka dari itu, di KEPO Premium episode 4 ini kita akan  sama-sama belajar tentang bagaimana agar traffic yang Anda dapatkan dari Google secara organik, bisa lebih optimal lagi dengan email marketing. 

Bagi Anda yang belum tahu tentang apa itu SEO dan bagaimana cara kerjanya, silakan Anda klik tombol berikut ini :

Cara Kerja SEO

Di sana saya sudah cukup banyak membahas bagaimana step by step menjalankan SEO, mulai dari memahami cara kerja mesin pencari, hingga bagaimana melakukan optimasi di setiap prosesnya. 

Mudahnya begini, kalau Anda paham bagaimana cara mesin pencari bekerja, maka traffic organik bisa Anda dapatkan dengan mudah. 

Karena pada dasarnya cara kerja mesin pencari itu sangat sederhana, meliputi 3 hal, yang diantaranya :

  • Crawling/perayapan
  • Indexing/pengumpulan dan penyusunan data website
  • Ranking/mengurutkan mana website yang paling relevan.

Maka SEO itu adalah melakukan serangkaian optimisasi supaya sebuah website bisa dengan mudah dirayapi oleh bot, diindex oleh mesin pencari dan direkomendasikan pada rangking paling atas di halaman hasil pencarian.

Baik, mulai saat ini saya anggap Anda sudah paham SEO dan mampu mendatangkan traffic organik dari Google. 

Classic Blogger Model

Selanjutnya yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana agar traffic yang datang ini bisa menjadi leads sehingga trafficnya tidak sia-sia dengan email marketing? 

Supaya traffic yang masuk ke website Anda bisa menjadi leads, saya mempunyai sebuah cara yang bisa Anda terapkan setelah mendengarkan KEPO Premium episode 4 ini. 

Cara ini saya sebut dengan istilah Classic Blogger Model. 

Sebenarnya cara ni bukanlah sesuatu yang baru. Cara ini sudah lama ada dan digunakan oleh banyak blogger baik di dalam maupun di luar negeri untuk list building atau membangun database email. 

Di dalam Classic Blogger Model ini, saya membaginya menjadi 2 metode. 

  • Metode yang pertama adalah sebuah metode yang saya sebut dengan pop-up and banner. 
  • Sedangkan metode yang kedua saya sebut dengan metode content upgrade. 

Pop-up dan banner

Kita bahasa yang pertama dulu, yaitu metode pop-up and banner.

Kalau Anda pernah mengunjungi suatu blog dan melihat di bagian sidebar atau di bagian bawah konten, atau pop-up ada banner/form yang isinya menawarkan ebook, video, panduan cara melakukan sesuatu, berlangganan artikel secara gratis atau mungkin voucher diskon, itulah metode pop-up and banner yang saya maksud. 

Jadi pada intinya metode ini adalah metode untuk menjaring leads dengan memberikan penawaran yang bernilai secara gratis dan menempatkannya dalam bentuk form/banner di tempat-tempat yang strategis. 

Untuk bisa menerapkan metode ini caranya sangat mudah. Anda bisa mengikuti langkah-langkah yang saya sebutkan berikut ini. 

  1. Tentukan dan buat lead magnet
  2. buat list dan form di KIRIM.EMAIL
  3. buat banner dan landing page yang berisi form
  4. buat thank you page 
  5. pasang banner di sidebar, popup atau after post sesuai dengan kategori yang relevan dengan lead magnetnya. (pakai offer-content pyramid)

Content Upgrade

Selanjutnya kita bahas metode yang kedua, yaitu content upgrade. 

Sesuai dengan namanya, metode ini adalah metode untuk menjaring leads dengan cara menawarkan konten yang lebih lengkap dari sebuah artikel blog yang ada. 

Bedanya dengan metode popup and banner tadi terletak pada lead magnet dan jumlah halaman yang menjadi halaman induknya, 

Pada metode popup and banner 1 lead magnet bisa untuk banyak artikel blog dalam 1 kategori yang sama. Sedangkan untuk metode content upgrade ini 1 lead magnet hanya untuk 1 halaman artikel blog saja.

Sehingga dalam menentukan lead magnet sebagai content upgradenya tidak bisa sembarangan. Harus relevan dengan konten utamanya. 

Misalnya konten utama Anda membahas tentang peta penyebaran virus corona di Indonesia. Sedangkan untuk content upgradenya Anda bisa menawarkan bagaimana pencegahan virus corona dalam bentuk infografik. 

Contoh lainnya yang kami terapkan di KIRIM.EMAIL adalah ada artikel yang membahas tentang bagaimana cara membuat link chat ke WhatsApp. Dari artikel ini kami lalu membuat dan menawarkan content upgrade berupa panduan bagaimana melakukan list building melalui whatsApp chat.

Dari metode ini ternyata kami bisa mendapatkan cukup banyak leads. Dan kalau di luar negeri metode ini menjadi andalan utama para blogger. Bahkan situs Backlinko pernah mencatatkan konversi sebesar 785% hanya dalam waktu 1 hari saja.

Kabar baiknya, Anda juga bisa menerapkan metode ini. Caranya bagaimana? Silakan ikuti step by step nya berikut ini.

  • tentukan mana halaman yang akan ditambahkan content upgrade. biasanya berdasarkan traffic terbanyak. 
  • identifikasi apa saja content upgrade yang cocok dan ambil 1 dari banyak pilihan yang ada. 
  • buat content upgradenya
  • tempatkan penawaran konten upgrade di halaman yang sudah ditentukan. tampilkan dengan warna kuning atau berupa banner/ 
  • arahkan ke form atau ke landing page penawaran content upgrade nya. 

Seperti itulah 2 metode yang bisa Anda gunakan untuk menggabungkan SEO dengan email marketing dalam rangka membangun database email atau list building. 

Mudah-mudah bermanfaat untuk Anda dan saya tunggu kabar baik dari Anda setelah mempraktekkan apa yang saya sampaikan tadi. 

Terima kasih sudah menyimak, sampai bertemu di lain kesempatan.