Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid::$security is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/learndash_course_grid.php on line 55

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid::$ajax is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/learndash_course_grid.php on line 57

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid::$compatibility is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/learndash_course_grid.php on line 60

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid\Blocks::$learndash_course_grid is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/includes/class-blocks.php on line 28

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid\Blocks::$learndash_course_grid_filter is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/includes/class-blocks.php on line 28

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid\Shortcodes::$learndash_course_grid is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/includes/class-shortcodes.php on line 24

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid\Shortcodes::$learndash_course_grid_filter is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/includes/class-shortcodes.php on line 24

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel::$filtering_widget is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel.php on line 224

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel::$reporting_widget is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel.php on line 228

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel::$activity_widget is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel.php on line 232

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel_Progress_Chart::$chart_info is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel-progress-chart.php on line 33

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel::$progress_chart_widget is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel.php on line 236

Deprecated: Calling get_class() without arguments is deprecated in /app/public/wp-includes/class-wp-http.php on line 329
Episode 3 – Bedah Buku Atomic Habits dan Penerapannya Kedalam Bisnis – KIRIM.EMAIL

Episode 3 – Bedah Buku Atomic Habits dan Penerapannya Kedalam Bisnis


Deprecated: Calling get_class() without arguments is deprecated in /app/public/wp-includes/class-wp-http.php on line 329
VdoCipher Error: Video ID not found

Bismillah..

Pada KEPO Premium ini kita akan membahas tentang salah satu buku favorit saya yang berjudul Atomic Habit karya James Clear.

Buku ini pernah sedikit saya ulas di salah satu artikel yang judulnya Terbaik di 2019. Anda bisa membacanya dengan klik link pada judul tersebut.

Awal mulanya saya skeptis dengan buku ini. Saya beranggapan kalau buku habits ya isinya begitu-begitu saja, tidak ada bedanya dengan buku sejenisnya.

Setelah membaca salah satu chapter yang dibagikan gratis oleh James Clear, ternyata benar, isinya mirip-mirip dengan buku habits kebanyakan.

Namun, pada buku ini James Clear mampu membuat apa yang ada di buku ini menjadi actionable atau mudah untuk diterapkan. Sehingga yang pada akhirnya membuat buku Atomic Habits ini menjadi salah satu buku favorit saya.

Salah satu yang saya praktekkan dari buku ini adalah mengirimkan email hampir setiap hari selama satu tahun. Lebih tepatnya saya mengirimkan 330 email selama setahun dari bulan Januari hingga Desember 2017. Dan hasilnya sangat berdampak positif terhadap bisnis yang saya jalankan.

Dari sini saya jadi bisa memformulasikan apa yang ada di buku ini supaya lebih mudah lagi diterapkan. Tidak hanya itu, saya pun juga menurunkannya ke tim sehingga mereka bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang saya lakukan.

Maka dari itu melalui KEPO Premium ini saya tidak hanya membedah buku saja, tetapi juga ingin mengajak Anda membangun habit yang sesuai dengan framework Atomic Habit.

Menurut James Clear dalam buku ini, setidaknya ada 4 komponen dalam membangun kebiasaan. Diantaranya :

  • Cue
  • Craving
  • Response
  • Reward

Membuatnya sejelas mungkin

Hukum pertama dalam menerapkan Atomic Habits adalah membuat segala sesuatu itu menjadi jelas sejelas-jelasnya.

Sebagai contoh kita Anda ingin membangun kebiasaan minum air putih minimal 8 gelas setiap hari.

Maka yang perlu Anda lakukan adalah membuat air putih tersebut terlihat jelas. Misalnya Anda menaruhnya di meja makan, di meja kerja atau di tempat terlihat yang sering Anda lewati. Sehingga penempatan ini akan memudahkan Anda dalam mengambil maupun mencarinya.

Contoh lainnya yang pernah saya terapkan sendiri, yaitu membangun habits menulis email hampir setiap hari.

Maka yang saya lakukan adalah membiarkan laptop selalu terbuka dan menyala.

Kebetulan saat itu saya pakai laptop Macbook yang hanya sentuh keyboardnya langsung menyala. Sehingga ketika ada ide, langsung bisa menulis email tanpa harus menunggu laptop untuk booting terlebih dahulu.

Intinya ada pada pengkondisian lingkungan. Lingkungan yang terkondisikan dengan baik akan memberikan sinyal untuk bekerja.

Menarik untuk dijalankan

Setelah Anda membuat segala sesuatunya jelas, maka hukum kedua untuk menerapkan atomic habit ini adalah dengan membuat segala sesuatu itu menarik untuk dijalankan.

Percuma saja kalau sudah terlihat jelas tetapi tidak mampu menarik Anda untuk menjalankan hal tersebut.

Misalnya pada konteks minum air putih. Anda sudah menempatkan tempat minum di tempat yang jelas dan mudah ditemukan. Namun karena itu tidak ada yang menarik maka Anda hanya akan melewatinya begitu saja.

Maka dari itu dibutuhkan sesuatu yang mampu menarik Anda untuk meminum air putih tersebut.

Untuk membuat segala sesuatu menjadi menarik untuk dijalankan, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan salah satunya adalah dengan yang namanya habit stacking.

Habit stacking artinya menumpuk kebiasaan di atas kebiasaan yang lain.

Pada intinya cari kebiasaan yang sudah lama Anda lakukan, kemudian lanjutkan dengan kebiasaan baru yang ingin Anda bentuk.

Sebagai contoh dulu saya membuat kebiasaan menulis setelah sholat subuh. Sholat subuh ini adalah kebiasaan yang sudah saya lakukan setiap hari. Kemudian setelahnya saya lanjutkan dengan menulis.

Sehingga ini akan memudahkan untuk menjadi kebiasaan baru yang ingin Anda kembangkan.

Contoh lainnya, Di rumah saya mempunyai 2 buah monitor. Monitor pertama untuk menulis email, sedangam monitor yang satu lagi untuk mengakses Google Analytics.

Ketika saya selesai membroadcast email maka di monitor yang satunya akan langsung terlihat lonjakan traffic yang sumbernya dari email. Kebiasaan ini saya bangun dalam rangka menumbuhkan kebiasaan yang menarik untuk dijalankan.

Membuatnya menjadi mudah

Setelah dua hukum di atas Anda lakukan, maka ada hukum ketiga yang juga perlu Anda jalankan, jika ingin membangun kebiasaan.

Hukum yang ketiga ini adalah membuat kebiasaan baru ini menjadi mudah untuk dilakukan.

Sebagai contoh saat saya dulu menulis email setiap hari, saya membuat tahapan-tahapan terlebih dulu. Jadi tidak langsung menulis email.

Sebelum saya menulis, maka saya membuat tulisan atau draft pada sebuah aplikasi. Aplikasi tersebut tidak pernah saya tutup atau non aktifkan. Jadi ketika ingin menulis, aplikasinya langsung terbuka.

Aplikasi yang saya gunakan waktu itu adalah simple note dan kemudian IA Writer. Pertimbangan saya menulis dengan aplikasi tersebut adalah karena tidak ada fitur formatingnya seperti bold, italic dan lain sebagainya. Terlalu banyak fitur formatting menurut saya malah tidak bagus.

Selain itu aplikasinya mendukung format markdown sehingga Anda bisa menulis tanpa harus melepaskan tangan Anda dari keyboard dan terlalu banyak melakukan editing.

Tahapan yang saya lakukan diantaranya :

  • Setiap jam menunjukkan jam 05.30 saya duduk di depan laptop dan menyalakannya. Lalu saya pastikan juga aplikasi IA Writer sudah dalam keadaan terbuka. Ini saya lakukan selama 4-7 hari.
  • Kemudian setelah itu di minggu berikutnya, saya lanjutkan menulis subjek email. Bisa satu atau kadang lebih dari 5 subjek email saya tulis. Ini saya lakukan terus 4-7 hari.
  • Lalu saya lanjutkan di minggu berikutnya dengan menulis satu paragraf selama 4-7 hari juga.
  • Selah itu menulis penawaran di email. Ini juga saya lakukan selama 4-7 hari.
  • Dan yang terakhir setelah semua tahapan Anda lakukan selama berhari-hari adalah mulai menulis email secara penuh setiap hari.

Membuatnya menjadi memuaskan

Dan hukum yang terakhir adalah membuatnya menjadi memuaskan.

Pada kasus yang saya lakukan, setelah saya membagi layar ke 2 buah monitor, yang satu untuk menulis email dan yang satu untuk melihat hasil traffic nya di Google Analytics, dari situ saya merasakan ada kepuasan tersendiri saat melihat angka-angka menjadi naik secara signifikan.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan habit tracking untuk melihat progress dari habit Anda. Aplikasi yang saya gunakan adalah habit tracking dari Bullet Journal. Jadi ini seperti hadiah dari apa yang sudah saya lakukan, walaupun nilai hadiahnya kecil.

Untuk mempelajari tentang habit tracking dengan Bullet Juornal ini Anda bisa menyaksilan video berikut ini :

Seperti itulah bagaimana pembahasan mengenai bagaimana membangun kebiasaan berdasarkan buku Atomic Habits dan kemudian menerapkannya ke dalam bisnis Anda. Sampai bertemu di episode berikutnya.

Post a comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *