Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid::$security is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/learndash_course_grid.php on line 55

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid::$ajax is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/learndash_course_grid.php on line 57

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid::$compatibility is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/learndash_course_grid.php on line 60

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid\Blocks::$learndash_course_grid is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/includes/class-blocks.php on line 28

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid\Blocks::$learndash_course_grid_filter is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/includes/class-blocks.php on line 28

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid\Shortcodes::$learndash_course_grid is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/includes/class-shortcodes.php on line 24

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash\Course_Grid\Shortcodes::$learndash_course_grid_filter is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-course-grid/includes/class-shortcodes.php on line 24

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel::$filtering_widget is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel.php on line 224

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel::$reporting_widget is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel.php on line 228

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel::$activity_widget is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel.php on line 232

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel_Progress_Chart::$chart_info is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel-progress-chart.php on line 33

Deprecated: Creation of dynamic property LearnDash_ProPanel::$progress_chart_widget is deprecated in /app/public/wp-content/plugins/learndash-propanel/includes/class-ld-propanel.php on line 236

Deprecated: Calling get_class() without arguments is deprecated in /app/public/wp-includes/class-wp-http.php on line 329
Strategi Inbox Gmail (S.I.G) #1 – KIRIM.EMAIL

Strategi Inbox Gmail (S.I.G) #1


Deprecated: Calling get_class() without arguments is deprecated in /app/public/wp-includes/class-wp-http.php on line 329

Catatan : Pada video di atas ada link j.mp/konfirmasisig. Itu sudah tidak bisa diakses dan berubah menjadi https://kirim.email/whitelist.

Pada halaman ini kita akan belajar tentang SIG atau Strategy Inbox Gmail. SIG adalah sebuah metode yang berfungsi untuk membuat email yang kita kirimkan tidak masuk ke spam, tetapi masuk ke folder Update maupun Primary. Ini merupakan hasil dari pengalaman saya dari mengirimkan email lebih dari 55 juta email selama tahun 2015. 

Jenis tab atau folder di Gmail

Sebelum kita lebih jauh membahas tentang SIG, di tahap awal ini kita akan bahas dulu tentang apa saja folder atau tab yang ada di GMAIL. Secara umum ada 4 jenis folder di GMAIL, yang diantaranya : 

  • Primary
  • Social
  • Promotion
  • Update.

Primary

  • Ketika ada email masuk biasanya Anda akan langsung mendapatkan notifikasi, terutama di smartphone.
  • Primary merupakan folder utama yang merupakan tempat masuk email dari teman Anda. Selain itu primary juga merupakan folder untuk masuk email yang dikirimkan secara langsung tanpa melalui layanan email broadcast/autoresponder.

Social

  • Isi email di folder atau tab ini adalah email notifikasi dari update yang ada di media sosial.
  • Berasal dari Facebook, Twitter, Instagram dan lain sebagainya yang masih termasuk dalam kategori media sosial. 

Promotion

  • Folder atau tab di Gmail yang berisi email-email penawaran produk atau jasa. 
  • Pengirimnya seperti pemilik atau admin toko online, affiliate marketer dan lain sebagainya. 

Update

  • Ini folder yang pengirimnya sama seperti promotion tetapi isi emailnya bukan berupa penawaran produk. 
  • Bisa juga folder untuk tempat masuk email-email dari layanan tertentu misalnya trello, basecamp dan lain sebagainya. 

Disclaimer

Mempraktekkan semua yang ada di halaman ini tidak menjamin email Anda akan masuk ke Primary Inbox. Dan tidak juga menjamin email yang sudah masuk ke dalam Primary akan tetap berada di sana selamanya. 

Tidak mengikuti semua petunjuk yang ada di sini juga tidak menjamin email yang Anda kirimkan tidak masuk folder SPAM atau folder Promotion. 

Pada akhirnya semua akan kembali pada hubungan Anda dengan pemilik alamat email yang ada di dalam list Anda. Semakin bagus hubungan Anda dengan subscribers maka semakin tinggi open rate dan delivery rate dari email yang Anda kirimkan.

SIG : Strategi Inbox Gmail

Sekaran kita masuk ke inti dari pembahasan kita di sini. Setidaknya ada 20 point di dalam SIG ini, yang diantaranya sebagai berikut : 

#1 Ajarkan penerima email untuk memindahkan email Anda ke folder Primary.  

Saat kita mengirimkan email pertama kali menggunakan layanan email broadcast atau email autoresponder, besar kemungkinan email tersebut akan masuk ke folder SPAM atau Promotion. Supaya email berikutnya bisa masuk ke Primary, maka Anda perlu meminta atau mengajarkan penerima email untuk memindahkan email Anda ke folder Primary. 

Tujuannya supaya email Anda yang kedua dan seterusnya bisa secara otomatis masuk ke folder Primary, karena di email pertama sudah dipindahkan secara manual oleh penerima email Anda. 

Untuk mengajarkannya Anda bisa membuat sebuah halaman yang intinya berisi tutorial memindahkan email dari folder apapun ke folder Primary. Ini biasanya disebut sebagai halaman whitelist. Contoh halamannya bisa Anda lihat di sini :https://kirim.email/whitelist atau https://emailkerja.id/whitelist

#2 Jika masuk folder SPAM ajarkan penerima email untuk menandai Not SPAM. 

Menandai email yang masuk ke SPAM sebagai NOT SPAM merupakan metode ANTI SPAM paling ampuh hingga saat ini. 

#3 Gunakan alamat email pengirim dengan domain sendiri

Jangan gunakan alamat email gratisan seperti Gmail atau Yahoo!. Tetapi gunakan alamat email bisnis yang menggunakan domain Anda sendiri. Sebagai contoh fikry@kirim.emaill, dion@belanjabio.com dan lain sebagainya. 

Alamat email dengan domain sendiri jika digunakan untuk promosi akan jauh lebih baik daripada mengirimkan email dengan alamat email gratisan seperti Gmail atau Yahoo!. Alasannya delivery ratenya lebih tinggi. 

Jika Anda belum punya Anda bisa membuatnya di https://emailkerja.id

#4 Hindari menulis email yang mempunyai karakteristik mirip SPAM

Dalam hal ini utamanya adalah subjek email. Hindari memilih dan menulis subjek email yang mengandung kata JUAL, BELI, GRATIS, PROMO, DISKON, dan lain sebagainya. 

#6 Jangan meletakkan gambar/attachment di dalam email, terutama jika di email sebelumnya Anda baru saja mengirimkan email promosi

Jika Anda mengirimkan email promosi selama 3-4 hari berturut-turut. Maka di hari ke 5 Anda jangan mengirimkan email yang ada gambarnya. Hal ini akan membuat email Anda akan masuk SPAM. Tetapi jika dalam 3-4 hari bertutur-turut email yang Anda kirimkan bukan email promosi, maka di hari ke 5 tidak masalah Anda mengirimkan email yang ada gambarnya.

#7 Jangan terlalu banyak link di dalam email

Anda boleh menyertakan beberapa link di dalam email asalkan tujuannya . Misalkan link 1,2,3 dan 4 itu sama mengarah ke halaman A. Yang tidak boleh adalah Anda menyertakan link 1,2,3 dan 4 tetapi link 1 mengarah ke halaman A, link 2 mengarah ke halaman B dan seterusnya. Ini yang sebaiknya Anda hindari.

#8 Jangan terlalu banyak otomatisasi

Bagi saya email terbaik adalah email yang dikirim secara manual. Hindari penggunaan fitur autoreply dan kurangi jumlah autoresponder. Bagi saya pribadi jumlah autoresponder itu maksimal 3x sehari. 

#9 Tulis email Anda seperti mengirimkan email biasa, tulis ke satu orang biarpun penerimanya ada ribuan orang

Gunakan sapaan Anda daripada kalian. Ini seolah-olah Anda berbicara hanya pada satu orang saja.

#10 Jangan mempromosikan banyak barang sekaligus di dalam satu email

Ini konsepnya sama seperti pada link yang banyak di dalam email tadi.

#11 Ingatkan pelanggan untuk tidak salah menulis alamat email

Salah dalam menuliskan alamat email merupakan 90% penyebab email gagal terkirim. Misalkan yang harusnya @gmail.com banyak orang yang tidak sadar menuliskan @gamil.com, @gnail.com dan lain sebagainya. 

#13 Selingi email jualan dengan email yang bermanfaat

Kirimlah email yang bermanfaat dan berinteraksilah 2 arah dengan pelanggan Anda.

#14 Tulis alamat fisik (kantor) di dalam email

Google sendiri yang merekomendasikan Anda mencantumkan alamat fisik di setiap email yang Anda kirimkan. Kekosongan alamat fisik berpengaruh terhadap 80% pengiriman email.

#15 Gunakan teknologi

Anda bisa menggunakan teknologi yang ada di KIRIM.EMAIL dimana teknologi tersebut bisa untuk mengetahui email yang Anda kirimkan termasuk dalam kandidat email SPAM atau bukan. Teknologi nya ada 3 yaitu teknologi SPAM Score, Custom Variable dan Link Unsubscribe Otomatis.

Semakin tinggi SPAM Score dari email Anda maka semakin tinggi pula potensi email masuk spam. 

Sedangkan untuk Custom Variable memungkinkan Anda menyebut nama dari setiap penerima email sehingga akan membuat email menjadi sangat personal. Semakin personal semakin tinggi potensi email masuk ke Primary. 

Supaya Custom Variable ini berfungsi dengan baik maka di form Anda harus ada filed nama. Sehingga calon pelanggan Anda bisa menginputkan nama mereka di sana. 

Untuk LInk Unsubscribe Otomatis juga berpengaruh terhadap email Anda masuk spam atau tidak. Email yang tidak menyertakan link unsubscribe maka akan masuk spam dan akan sangat sulit masuk ke folder Primary.

#16 Gunakan Double Opt-In Form

Saat Anda membuat form, pastikan Anda menggunakan double opt-in form agar calon pelanggan Anda harus terlebih dahulu mengkonfirmasi alamat emailnya bahwa dia secara sukarela mau memberikan alamat emailnya kepada Anda. 

#17 Sering-sering Mengirimkan Email

Dengan mengirimkan email setiap hari maka konsekuensinya akan membuat jumlah subscribers Anda turun. Akan tetapi di sisi lain akan membuat open rate, delivery rate Anda juga naik. Selain itu potensi untuk masuk ke folder Primary semakin tinggi. 

Dan yang paling penting kirimkan email setiap hari walaupun jumlah subscribers Anda masih sedikit.

#18 Pastikan orang yang ada di dalam list Anda memberikan ijin untuk Anda mengirimkan email

Jangan sembarangan mengimpor alamat email tanpa izin, terutama alamat email hasil scrapping. 

Gunakan form supaya calon subscribers Anda memberikan alamat emailnya secara sadar dan tanpa paksaan. 

#19 Interaksi itu yang utama

Anda boleh tidak menjalankan apa yang ada di atas, tetapi tidak yang satu ini. Interaksi di sini antara lain email dibuka, link di klik dan email dibalas. 

Semakin tinggi interaksi email Anda maka akan semakin bagus delivery ratenya. Kalau ini sudah bagus maka potensi masuk ke folder Primary akan semakin tinggi pula. 

Email dibuka karena subjek yang Anda gunakan itu menarik. 

Link akan di klik jika ada perintah CTA yang jelas. 

Email akan dibalas jika Anda memancing penerima email untuk membalas email Anda. Ini merupakan hal yang paling penting karena dalam email marketing, email dibalas itu sama dengan emas. Karena begitu orang membalas email Anda, maka email Anda berikutnya akan lebih mudah masuk ke folder Primary.

#20 Latih penerima email Anda

Ini dimulai dari semua promosi Anda. Cantumkan di promosi Anda bahwa segala sesuatu akan dikirimkan melalui email. Tujuannya adalah untuk membuat calon pelanggan Anda terbiasa membuka dan membaca email sehingga nanti akan menjadi sebuah kebiasaan. 

Itulah materi tentang bagaimana agar email Anda masuk ke dalam folder Primary dan tidak masuk ke SPAM. Semoga bermanfaat dan jika masih ada pertanyaan silakan kirimkan email Anda ke fikry@kirim.email. Terima kasih. 

Post a comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *